Sabtu, 31 Desember 2011
| Tanggal sekian bulan sekian tahun sekian itu hari apa? Selama penanggalan Gregory yang digunakan sekarang ini berlanjut, yaitu sejak diberlakukan pada 15 Oktober 1582, nama hari kapan saja dapat ditentukan dengan rumus Zera. Uraian di bawah merupakan penyempurnaan rumus Zera. Masukan (data) : angka tanggal d, bulan m, tahun y Keluaran : sebuah bilangan bulat n y adalah dua digit terakhir angka tahun Masehi. m adalah 3~12 untuk bulan Maret~Desember, tetapi bulan Januari dan Pebruari dianggap bulan ke 13 dan 14 dari tahun sebelumnya. Dengan kata lain, y dikurangi 1 dan m ditambah 12. Jadi m bernilai 3~14. Rumus Penghitungan |
| 1. | Angka tahun dibagi 12, didapat hasil bagi q dan sisa r. Kemudian sisa r dibagi 4, didapat hasil bagi s. (Sisanya diabaikan) Hitung a=q+r+s. |
| 2. | Dari angka bulan m dihitung 2,6*m-3,3, bagian bulatnya dianggap b. Bilangan bulat n yang dicari adalah n=a+b+d-1 Bila n habis dibagi 7 maka hari Minggu, bila bersisa 1, 2, 3, 4, 5, 6 maka masing-masing adalah hari Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat dan Sabtu. |
Contoh 1
| | Hari apakah tanggal 1 September 1923? (terjadinya gempa bumi besar di Tokyo dan sekitarnya) |
Contoh 2
| | Hari apakah tanggal 17 Januari 1995? (terjadinya gempa bumi besar di Kobe dan sekitarnya) |
Untuk abad 21 pun, kalau untuk tahun (2000+x) digunakan hitungan y=(100+x) maka rumus diatas dapat langsung digunakan. Untuk tahun Showa, y didapat dengan menambahkan 25 ke angka tahun, dan untuk tahun Heisei y didapat dengan menambahkan 88 (tahun Showa dan tahun Heisei adalah penanggalan di Jepang). Untuk abad 21 pun, bila ingin menggunakan 2 digit terakhir angka tahun Masehi sebagai y, maka cukup mengganti angka -1 pada bagian terakhir rumus diatas dengan -2. Demikian juga untuk abad 19 angka -1 cukup diganti +1 dan untuk abad 18 diganti +3. Selain angka abad diatas, nama hari dapat ditentukan dengan mengingat bahwa nama hari berulang setiap 4 abad.
Minggu, 11 Desember 2011
Saya ucapkan SELAMAT bagi yang LULUS.
Bagi yang belum lulus silahkan mengerjakan tugas remidi dibawah ini :
1. Apa yang dimaksud dengan browser?berikan contohnya?
2. Apakah dampak positif dan negatif dari internet?
3. Apakah yang dimaksud dengan ISP? Berikah contohnya?
4. Apa yang dimaksud dengan jaringan komputer?
Jawaban dirulis diselembar kertas, Tulis Nama-No Absen-Kelas pada pojok kanan atas.
Jawaban paling lambat dikumpulkan tanggal 13 Desember 2011 jam 10.00.
Selamat mengerjakan
Termakasih.. (Ary)
Sabtu, 10 Desember 2011
Siapa bilang penyakit lupa alias tidak ingat itu cuma konsumsi para lansia. Karena mereka yang masih muda-muda pun bisa saja mengidap penyakit tulalit alias pelupa layaknya yang tua-tua. Malu kan dibilang tulalit sama pacar?
Banyak faktor yang menjadi biang keladi munculnya gangguan kelupaan tersebut, mulai dari makanan yang dikonsumsi, pekerjaan yang menumpuk serta kesibukan-kesibukan lainnya.
Belum lagi dengan keakraban orang muda dengan berbagai perangkat teknologi moderen. Telepon selular, komputer, e-mail, hingga internet, disebut-sebut sebagai piranti teknologi yang bisa memaksa tubuh dan otak terus bekerja selama 24 jam.
Nah, hiruk-pikuknya aktivitas tersebutlah yang konon bisa memicu hilangnya kemampuan otak untuk mengingat-ingat. Namun begitu, gangguan kelupaan tersebut tetap bisa diatasi, kok. Dengan mengikuti beberapa tip sederhana ini, mudah-mudahan penyakit lupa tersebut bisa dihindari:
1. Fokuskan diri untuk mendengar dan kurangi berbicara. Pasalnya, dengan mendengar akan mendorong kita untuk lebih berkonsentrasi.
2. Disiplin berdiet. Melakukan diet sehat dengan mengkonsumsi makanan yang kaya protein, di samping juga buah dan sayuran, akan memberikan suntikan 'tenaga' bagi otak.
3. Usahakan untuk mengurangi bahkan mungkin menghindari pergaulan dengan mereka yang selalu berpikiran negatif. Sebaliknya kembangkan selalu pemikiran positif. Karena berpikir positif itu bisa menstimulir proses kerja otak.
4. Hindari mengkonsumsi makanan berlemak tinggi. Pasalnya lemak-lemak tersebut bisa menyumbat saluran arteri yang tengah menyuplai darah ke otak.
5. Baca, baca, dan baca. Banyak membaca dengan diselingi bermain puzzle merupakan latihan yang sangat baik bagi otak. Karenanya, isilah waktu senggang Anda dengan berbagai jenis bacaan, dari yang fiksi hingga yang berat sekalipun nggak apa-apa kok.
6. Minumlah vitamin, khususnya vitamin E dan suplemen yang mengandung unsur seng. Berbagai penelitian menunjukkan kalau kedua unsur tersebut bisa membantu memperlambat proses penuaan dini serta meningkatkan kemampuan ingatan.
7. Jangan mengkonsumsi alkohol secara berlebihan. Terlalu banyak alkohol konon akan membunuh sel-sel otak secara perlahan-lahan, lho.
8. Rencanakan selalu aktivitas berinteraksi dengan orang lain. Karena yang namanya bersosialisasi itu konon bisa mengusir rasa malas pada otak.
9. Hindari mengkonsumsi obat-obatan yang tidak perlu. Menurunkan berat badan, tekanan darah, serta kadar kolesterol dalam tubuh terkadang lebih ampuh dengan diet dan olahraga ketimbang obat-obatan. Selain itu usahakan untuk mempelajari dan mengetahui efek samping dari obat-obatan yang Anda minum. Obat tidur misalnya, konon bisa mengakibatkan hilangnya memori.
10. Cobalah untuk menjadwalkan olahraga secara rutin dalam agenda Anda. Pasalnya, aktivitas tersebut bisa melancarkan sirkulasi darah ke otak.
Nah, selamat mencoba ya...biar nggak lagi disindir, "Masih muda kok pelupa sih".
(Sumber e-book komputer 2005~yg ditemukan kembali)
Kelas 7 A : no absen: 2, 16,18,24
Kelas 7 C : no absen: 3, 5, 10, 12, 13, 17, 19
Kelas 7 D : no absen: 2, 7, 16, 24
Kelas 7 E : no absen: 3, 9, 20
Kelas 7 F : no absen: 1, 16, 19, 20
Kelas 7 G : no absen: 2,3 ,7, 17, 18, 24
Untuk remidinya silahkan kerjakan soal dibawah ini :
1. Jelaskan pengertian komputer?
2. Apa yang dimaksud dengan software,hardware dan brainware?
3. Sebutkan contoh alat yang termasuk dalam golongan input komputer?
4. Sebutkan contoh program aplikasi pengolah angka?minimal 2!
Jawaban dikirm via e-mail ke : arykurnianto@yahoo.com
paling lambat tanggal 12 Desember 2011 jam 18.00.. Terimakasih dan selamat mengerjakan!!
Bagi yang Lulus saya sampaikan SELAMAT, dan teruslah berjuang wahai satria muda...
Kamis, 08 Desember 2011
Sebuah kalimat yang bermakna dalam dunia pendidikan. dari kalimat itu nampak bahwa ilmu tidak boleh berhenti berkembang. Kewajiban manusia untuk terus belajar dan belajar. sampai akhir hayat.
Kamis, 10 November 2011
BI : BANTU ISTRI
Posted by Gede Blue on 2003-02-01
Oleh: Gede Prama
Salah seorang mantan direktur BI yang pernah sama-sama menjadi pembicara di seminar yang diadakan Infobank, pernah mengejutkan saya. Pasalnya, beliau mencantumkan jumlah isterinya ada dua dalam daftar riwayat hidup yang dibacakan moderator, dan dibenarkan oleh yang bersangkutan di depan umum. Kontan saja saya yang ada di sebelahnya, sejumlah wartawan yang hadir serta hadirin lainnya bertanya penuh keheranan. 'Bagaimana mungkin seorang mantan pejabat teras BI berani memiliki dua istri?', demikianlah kira-kira pertanyaanyang mengganjal di kepala.
Akan tetapi, pertanyaan mengganjal ini tidak bertahan lama. Sebab, selang beberapa menit setelah moderator membacakan daftar riwayat hidup, rekan tadi memerinci siapa-siapa saja istrinya. Istri pertama tentu saja yang legal, konstitusional serta dipamerkan sejak dulu. Istri kedua, ikut kemanapun sang suami pergi. Ia bernama Siti Nurani. Alias, sang hati nurani. Sayangnya, masih menurut penuturan sang mantan (mondar mandir tanpa jabatan), isteri terakhir inibaru ketemu setelah pensiun.
Setiap kali ada pembicaraan tentang independensi BI, cerita setengah humor ini terngiang lagi dalam ingatan saya. Beberapa pertanyaan sebenarnya masih mengganjal, kenapa ketemu 'istri' kedua baru setelah pensiun? Apakah semua direktur dan mantan direktur BI baru mendengar bisikan sang nurani setelah pensiun? Apakah itu berarti, sangat sedikit kebijakan BI selama ini yang bertumpu pada nurani yang bersih dan bening? Dan masih ada lagi pertanyaan lain yang mengganjal. Rasa ingin tahu yang usil ini - sebagaimana disiratkan oleh pertanyaan-pertanyaan di atas - tentu saja tidak akan saya dalami dan lanjutkan bila menyangkut direksi di luar BI.
Sebagaimana sering dikemukakan oleh banyak rekan ekonom, lembaga perbankan - lebih-lebih BI dengan seluruh otoritasnya, bukanlah sembarang lembaga. Ia adalah salah satu 'mesin' perekonomian yang amat menentukan. Terutama karena melalui perbankan saving ditransformasikan menjadi investment. Wajah dan nasib perekonomian kini dan juga nanti sangat ditentukan oleh apa yang terjadi dan apa yang dilakukan lembaga perbankan.
Bisa dibayangkan, kalau lembaga dengan peran yang demikian menentukan, kemudian keropos, atau dibangun di atas fondasi kebijakan yang miskin hati nurani? Masih belum hilang dari ingatan publik, kalau proses recruitment di BI dari dulu hingga sekarang, sangat menggarisbawahi faktor kepintaran. Demikian pentingnya faktor terakhir ini, sampai-sampai hanya mereka yang berindeks prestasi mengagumkan saja yang boleh punya pengalaman ditesting sebagai calon pegawai BI.
Akan tetapi, mendengar cerita rekan mantan direktur BI di atas, sekaligus menyaksikan 'nasib malang' BI di tengah krisis ekonomi dan politik terakhir, saya dan juga beberapa rekan yang tahu 'kepintaran' orang-orang BI, hanya bisa bengong kebingungan. Memang, kepintaran dan kearifan adalah dua hal yang tidak sama. Kepintaran lebih berhubungan dengan kecanggihan otak. Kearifan lebih terkait dengan sensitivitas terhadap sang nurani. Namun, dengan pengalaman BI yang demikian lama dan panjang. Telah mengarungi demikian banyak badai, adakah semacam sinyal-sinyal kelembagaan yang membuat organisasi BI peka dan rentan akan kebersihan dan kejernihan nurani?
Terus terang, ingin sekali saya menjawab 'ada' terhadap pertanyaan terakhir. Namun, menyaksikan babak belurnya kredibilitas dunia perbankan kita, yang juga mencerminkan kredibilitas BI, sulit sekali untuk tidak menyimpulkan bahwa BI sebagai organisasi sudah 'tuli' akan bisikan-bisikan jernih sang nurani, serta ditinggalkan oleh kemajuan masyarakat. Masyarakat yang sudah melek informasi, tinggi pendidikannya, tahu hak-hak demokrasi, serta sejumlah atribut kemajuan lainnya, hanya direspon dengan manajemen museum yang hanya terdiri dari tumpukan kebijakan lama dan usang. Disebut lama, karena keadaan baru direspons dengan kebijakan masa lampau. Lihat saja, adakah hal baru dari cara BI menangani krisis kepercayaan terhadap dunia perbankan? Disebut usang, karena tidak ada satupun terlihat langkah yang menunjukkan bahwa mereka berada di depan dalam membuka jalan kemajuan. Bahkan, dalam banyak kasus, keterlambatan-keterlambatan dalam mengantisipasi keadaan membuat organisasi BI terpaksa diamputasi. Berdirinya BPPN adalah bentuk amputasi yang sangat memalukan dan menyedihkan.
Di tengah keraguan-keraguan ini, sangat sulit bagi saya untuk memberikan kontribusi intelektual terhadap topik independensi Bank Indonesia. Sebagaimana banyak dibahas dalam dunia keilmuan, independensi dan obyektivitas memang bukan barang mudah. Lebih dari itu, saya meyakini tidak ada satupun manusia yang seratus persen independen dan obyektif. Demikian juga dengan lembaga. Akan tetapi, ada manusia dan lembaga yang lari ke hati nurani di tengah semesta relativitas ini, ada juga yang memanfaatkan relativitas terakhir untuk berjalan semau gue mementingkan diri sendiri. Untuk mengklasifikasikan di mana seseorang atau sebuah lembaga berdiri dalam kerangka terakhir, sekali lagi, ini juga relatif. Sesuatu yang hanya bisa dijawab secara penuh oleh yang bersangkutan. Dalam kejernihan dan kebeningan nurani tentunya.
Menyangkut nurani terakhir, seorang sahabat lama yang sudah lama tak jumpa, tiba-tiba muncul di salah satu lapangan golf. Merasa sama- sama 'gila' karena sama-sama bermain golf (golongan orang-orang lupa fikiran), saya bertanya tidak sabar tentang profesinya. Dengan tuntas ia menyebut profesi Dirut BI. Tentu saja saya tidak percaya karena BI dipimpin Gubernur bukan Dirut. Rupanya, mirip dengan cerita mantan direksi BI di awal artikel ini, ia juga setengah bercanda.
Menurut rekan ini, Dirut BI kepanjangannya di rumah terus bantu istri. Alias pengangguran akibat PHK. Lagi-lagi saya bertanya: istri yang mana? Sebuah pertanyaan yang juga berlaku pada pemimpin BI yang sedang in power.
Kemudahan dalam penggunaan dan pembuatan media penilaian..silahkan download versi trialnya, di www.trivantis.com..
untuk modulnya dapat di download disini
Kamis, 03 November 2011
Microsoft dinilai menjadi perusahaan multinasional terbaik di seluruh dunia dalam hal kenyamanan tempat bekerja. Adalah perusahaan research and consulting Great Place to Work yang menempatkan Microsoft di posisi pertama mengalahkan McDonald's, Intel, Coca Cola, bahkan Google.
Berbagai kriteria harus dimiliki perusahaan-perusahaan yang masuk dalam daftar yang dibuat oleh Great Place to Work. Salah satunya ialah bahwa ia harus memiliki minimal 5.000 pekerja dan setidaknya 40% pegawainya berada di luar negara tempat perusahaan itu bermarkas.
Tak hanya itu, perusahaan yang menjadi 'finalis' harus pernah menyabet gelar tempat kerja terbaik antara bulan September 2010 dan Agustus 2011. Dikutip detikINET dari HuffingtonPost, Rabu (2/11/2011), Microsoft sendiri dilaporkan memiliki lebih dari 90.000 pegawai di sebanyak 26 negara.
Nah, untuk mencari juaranya, Great Place to Work mengukurnya dari segala sisi termasuk penghargaan yang diberikan perusahaan pada pegawainya serta tingkat kebahagiaan para pegawai. Di bawah Microsoft, perusahaan teknologi lain yang masuk daftar tempat kerja terbaik ialah NetApp (3), Google (4), Cisco (6), dan Intel (14). (http://forum.detik.com/microsoft-jadi-tempat-kerja-terbaik-di-dunia-t304411.html?df9922tpop)
Kamis, 24 Februari 2011

Berawal dari mimpi itulah kata-kata indah yang mungkin dalam beberapa bulan terakhir ini saya kenang. Serasa tidak mungkin jika sekolah pelosok ini mendapatkan amanah yang luar biasa sekali dari dinas terkait berkenaan dengan bantuan komputer canggih yang akan menjadi bagian dari rutinitas.
Terimakasih Bapak Sultan, Kominfo, Kemendiknas, dan semua yang terlibat sehingga anak-anak disini dapat menikmati indahnya dunia pendidikan, dan semoga bermanfaat... Amin

